Kamis, Oktober 04, 2018

Hal Sepele Orang Tua yang Berdampak Kurang Baik Bagi Anak

hal sepele orang tua yang dapat berdampak kurang baik bagi tumbuh kembang anak

Hal Sepele Orang Tua yang Berdampak Kurang Baik Bagi Anak - Setiap orang tua tentu memiliki keinginan agar anak-anak mereka kelak bisa menjadi seorang anak yang baik serta membanggakan, dan sudah sepatutnya pula kita sebagai orang tua bisa menjadi panutan dan teladan bagi mereka, namun kita tetaplah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dalam proses perjalanan kita membimbing anak-anak hingga dewasanya.

Jika ingin dituliskan satu-satu, banyak sekali kebiasaan dan kesalahan yang sudah kita lakukan terhadap anak baik itu sengaja maupun tidak sengaja.

Kali ini saya ingin membahas beberapa hal sepele yang menurut saya sering tanpa sadar orang tua sudah lakukan sehingga bisa berdampak kurang baik bagi perkembangan anak.

1. Tidak mengoreksi kesalahan anak

Banyak orang tua yang dengan dalih memberikan kebebasan atau tidak ingin terlalu membatasi ruang gerak anak justru lalai mengingatkan bahwa yang baru saja dia lakukan adalah sebuah kesalahan

Dampak dari kondisi ini dapat mengakibatkan si anak akan merasa bahwa tindakannya tersebut adalah sesuatu yang wajar.

Anda bisa bayangkan jika hal tersebut contohnya adalah berbicara dengan nada yang tinggi atau kasar kepada orang tua atau yang usianya jauh lebih dewasa dari dirinya, tidak mengetuk pintu dan mengucapkan salam saat bertamu kerumah orang lain, tidak mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan dari seseorang, dan lain sebagainya.

2. Membiarkan anak larut dalam dunianya sendiri.

Hanya dengan memberikannya mainan kesukaannya, gadget,dan benda menarik lainnya tanpa di temani atau dalam pengawasan, justru akan membuat anak menjadi apatis dan egois.

Karena kurangnya perhatian pada keadaan sekitarnya dan kurang berinteraksi dengan baik.

3. Liburan yang kurang menyenangkan hati anak.

Sebagian besar orang tua cenderung mengajak anak berlibur ke suatu tempat yang sebenarnya belum tentu tempat berlibur tersebut disukai oleh si anak, atau tempat berlibur tersebut tidak cocok bagi anak seusianya.

Tentu saja hal ini akan bertentangan dengan kesukaan si anak, hasilnya mereka hanya akan cerewet dan tidak menikmati suasana liburan dengan nyaman.

4. Membela anak saat salah

Membela anak sendiri memang wajar, tetapi kurang pantas dilakukan saat mereka salah.
Jika anak bersalah kemudian ada orang lain yang menasehatinya, jangan lantas kita tersinggung.

Ketika orang lain yang mengingatkan kita tentang tumbuh kembang anak, sebaiknya terima saran itu selama saran itu baik dan jangan menganggap diri sebagai orangtua sempurna dan menganggap anak kita tidak bersalah.

5. Memperkenalkan anak pada hal-hal yang tidak sesuai umur

Anak-anak mudah menyerap apa yang dilihat dan dengarkan. Karena anak kita belum cukup umur, dan mereka belum dapat membedakan mana yang baik dan tidak, anak-anak cenderung akan menirukan sesuatu yang dilihatnya.

Jangan perkenalkan anak dengan lagu, film, bacaan, dan perkataan yang tidak sesuai dengan umurnya dan berpotensi membuat dia menjadi pribadi pembangkang.

Ilustrasi gambar : coople[dot]com

Artikel Terkait

Beginilah adanya WIGIJO, sedikit tulisan dan informasi yang dituangkan dalam sebuah blog dan memiliki cita-cita agar dapat berguna bagi banyak orang.

-Sharing is Fun-


EmoticonEmoticon