Sabtu, Oktober 13, 2018

Stop Bullying

perilaku buruk menindas atau membully

Akhir-akhir ini kita sering sekali mendengar berita tentang adanya tindakan bullying yang terjadi, bahkan perlakuan tersebut tidak jarang berdampak kearah suatu hal yang lebih serius terhadap korbannya, setidaknya satu dari lima anak mengaku diganggu oleh temannya setiap harinya.

Kondisi ini tentu saja mengkhawatirkan bagi kita selaku orang tua, penindasan tidak hanya diisolasi sebagai masalah masa kecil, tetapi juga mempengaruhi remaja dan orang dewasa.

Menurut situs stopbullying.gov, tindakan bully / bullying adalah :

Ketidakseimbangan Kekuasaan: Anak-anak yang menindas menggunakan kekuatan mereka seperti kekuatan fisik, akses ke informasi yang memalukan, atau popularitas untuk mengendalikan atau menyakiti orang lain.

Pengulangan: Perilaku bullying terjadi lebih dari satu kali atau berpotensi terjadi lebih dari sekali.

Mitos Umum Tentang Penindasan (Mem-Bully)


Memanggil dengan sebuah nama atau kata yang seharusnya tidak disebutkan dengan sembarang dihadapan umum adalah bentuk kekerasan verbal, fisik, dan emosional yang dapat menyebabkan perkembangan gangguan kesehatan mental korbannya, seperti depresi dan kecemasan serta gangguan perilaku.

Akhir-akhir ini perilaku bully kerap terjadi tidak hanya dilakukan secara tradisional tetapi sering juga terjadi melalui media online, meskipun penindasan melalui dunia maya ini adalah bentuk bullying yang semakin populer saat ini, bentuk-bentuk intimidasi yang lebih tradisional juga masih sering terjadi.

Meskipun sulit untuk stereotip mengenai perilaku bullying di setiap sekolah, para ahli setuju bahwa setidaknya 25 persen siswa di seluruh negara di bully dengan cara tradisional: memukul, mendorong, menendang, bergosip, diintimidasi, atau dikeluarkan dari kelompok sosial.

Ada banyak kesalahpahaman tentang bully yang perlu diketahui agar kita bisa lebih memahami keseriusan perilaku berbahaya ini.

Mitos: Semua pengganggu adalah penyendiri dan tidak punya teman.

Fakta: Banyak pengganggu mencoba menaiki tangga sosial untuk mendapatkan popularitas.

Sebagian besar pelaku intimidasi memiliki harga diri yang rendah atau telah ditindas dan menggunakan taktik ini sebagai cara untuk mengendalikan dan memanipulasi individu lain.

Umumnya para pengganggu ingin disukai, mereka ingin menjadi populer, dan mereka biasanya menggunakan taktik bully sebagai cara tidak hanya untuk membuat diri mereka merasa lebih baik, tetapi sebagai cara untuk mendapatkan pendukung.

Mitos: Orang-orang yang ditindas diganggu karena mereka memiliki mentalitas korban.

Fakta: Segala jenis pribadi tiap individu dapat diganggu.

Tidak semua individu yang diintimidasi merasa malu dan mengundurkan diri, banyak yang memiliki kepribadian yang kuat dan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, namun mereka ditindas hanya karena si pengganggu memilih untuk mengganggunya.

Mitos: Penindasan mudah dikenali.

Fakta: Sebagian besar bentuk penindasan dilakukan di tempat-tempat yang tidak mencolok, di balik layar atau media sosial melalui sebuah akun palsu.

Penindasan tidak hanya tentang suatu kontak fisik terhadap korbannya. Banyak anak-anak akan menindas korbannya secara pribadi atau ketika tidak ada orang lain disekitarnya. Banyak orang akan menyerang secara verbal orang lain ketika orang lain tidak ada, atau mereka akan bersembunyi di balik akun media sosial palsu secara online.

Pengganggu tidak ingin tertangkap / terlihat jelas oleh orang lain bahwa mereka sebagai pribadi yang iri atau pengganggu, mereka akan mencoba melakukan serangan ketika tidak ada orang lain yang melihatnya.

Inilah sebabnya mengapa sangat penting bagi korban untuk berani berbicara tentang apa yang terjadi. Bahkan jika orang tua dan guru mengawasi tanda-tanda penindasan, itu mungkin tidak teridentifikasi jika tidak ada yang berbicara.

Mitos: Penindasan hanya terjadi di antara anak-anak.

Fakta: Orang dewasa dapat menjadi pengganggu terbesar.

Meskipun bully sering terjadi di antara anak-anak, orang dewasa juga bisa bertindak lebih parah terhadap satu sama lain. Orang dewasa dapat mengucilkan orang dewasa lain di suatu pertemuan sosial (perkumpulan), memulai dan menyebar rumor/gosip, memfitnah satu sama lain di media sosial dan sebagainya.

Namun beberapa penelitian yang sering kita dengar pernyataan para ahli atau psikolog menunjukkan bahwa meskipun intimidasi dapat mengakibatkan konsekuensi kesehatan mental, efek ini dapat berkurang seiring waktu.

Banyak anak dapat pulih dari interaksi negatif yang sering mereka hadapi. Namun, proses pemulihan ini bervariasi terhadap masing-masing individu.

Mencari bantuan untuk menghadapi tindakan penindasan


Banyak orang yang ditindas sering takut untuk menghadapi pelaku mereka dan mungkin juga takut untuk menceritakan kepada orang lain tentang apa yang mereka alami.

Akibatnya, kemungkinan mereka akan bersembunyi dari kenyataan dan menyangkal perasaannya yang dapat menyebabkan atau berkonsekuensi tidak sehat, baik secara emosional maupun fisik.

Jika Anda atau ada seseorang yang Anda kenal sedang diganggu, sangat penting untuk memberi tahu kepada seseorang yang Anda percayai, apakah itu orang tua, penasihat sekolah, guru, atau teman dekat tentang perilaku buruk yang sedang terjadi tersebut.

Atau mungkin jika Anda adalah korban penindasan lalu kemudian Anda mulai merasa kondisi buruk sedang melanda seperti tidak selera makan, tidak berani tampil, tidak bersemangat untuk menjalani hari, depresi berat atau bahkan mempunyai pikiran ingin bunuh diri, maka sangat penting bagi Anda untuk mencari terapi profesional, karena bully dapat memiliki bekas luka seumur hidup dan berpotensi mempengaruhi hubungan masa depan Anda.

Mengambil sikap melawan intimidasi harus segera dimulai dan melaporkan segala jenis pelecehan apapun kepada pihak berwenang.

Guru, orang tua, pekerja kesehatan mental, dan setiap individu orang tua yang dalam posisi berkuasa harus mendukung tindakan melawan intimidasi ini, terlebih terhadap anak-anak, berbicara menentang intimidasi dan sadar akan efek kesehatan mental yang akan menjadi dampaknya.

Orang dewasa yang diam ketika melihat penindasan terjadi, hanya akan mendorong dan membuatnya menjadi lebih buruk.

Artikel Terkait

Beginilah adanya WIGIJO, sedikit tulisan dan informasi yang dituangkan dalam sebuah blog dan memiliki cita-cita agar dapat berguna bagi banyak orang.

-Sharing is Fun-

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon